5 Bahaya Internet Bagi Anak dan Cara Mencegahnya

bahaya internet

Modernis.co, Jakarta – Bahaya internet bagi anak itu buanyak, sehingga perlu perhatian ekstra dari orang tua atau orang  dewasa di sekitarnya.

Kadang orang tua dibikin bimbang sama kelakuan anak yang lebih sat set berselancar di dunia maya. Bahkan sampai udah mengakui sisi HP milik emaknya.

Siapa yang gak kagum melihat anak-anak Gen Z dan Gen Alpha kita begitu “sat-set” dan fasih berselancar di dunia maya? Mereka lahir sebagai digital natives, lho. 

Internet itu memang sumber ilmu, hiburan, bahkan tempat mereka bisa flexing keahlian. Akan tetapi, di balik semua kemudahan itu, kita wajib banget waspada. 

Dunia online punya banyak sisi “red flag” yang bisa mengintai si kecil. Sehingga kita sebagai orang dewasa harus jadi petugas antisipasi bagi anak.

Kita gak boleh “pick me” (merasa benar sendiri) soal pengasuhan digital. Oleh karena itu, kita perlu tahu bahaya apa yang mengancam dan bagaimana cara kita mengatasinya.

Berikut 5 bahaya internet yang paling sering mengincar anak-anak, plus tips untuk mencegahnya.

1. Kecanduan Digital

Bahaya pertama yang paling sering kita lihat adalah kecanduan. Bukannya apa ya, cuma kegiatan lainnya pasti bakalan terganggu sih. 

Coba deh perhatikan, kalau kita suruh anak berhenti main gadget, kalo respons mereka langsung “salty” alias kesal, marah, atau bahkan merengek. Itu tuh tanda kecanduannya.

Kecanduan digital ini bukan cuma soal durasi main, tapi juga tentang ketergantungan. Akibatnya, mereka bisa kehilangan fokus belajar, kurang bergerak, bahkan kemampuan sosialnya jadi tumpul.

2. Paparan Konten Negatif Tidak Sesuai Umur

Di internet, tombol sensor itu minim sekali. Anak-anak rentan terpapar konten yang gak bagus atau seringnya gak sesuai umur. Mulai dari kekerasan, pornografi, omongan toxic, hingga bullying.

Sayangnya, algoritma media sosial seringkali membuat mereka terjebak dalam loop konten yang sama. Apalagi sering muncul iklan judol noh, siapa sih menterinya!

Paparan ini ngaruh banget ke mental dan pembentukan nilai moral mereka, lho. Mereka mungkin mulai meniru apa yang mereka dengar dan tonton dari gadget.

3. Perundungan Siber

Di dunia maya, komentar negatif itu mudah sekali dilontarkan. Anak-anak yang sensitif bisa menjadi korban cyberbullying yang membuat mental mereka “down”. 

Mereka diejek, dihina, atau bahkan disebarkan aibnya. Efeknya bisa ngehasilin kerusakan besar pada kesehatan mental mereka.

Atau sebaliknya, mereka bisa aja jadi pelaku perundungan online. Karena mudah sekali untuk membuat komentar di media sosial.

4. Bahaya Strangers dan Kejahatan Online

Internet penuh orang jahat yang menyamar sebagai teman sebaya atau orang dewasa yang “fake” baik untuk mendapatkan informasi pribadi anak atau ngelakuin hal yang aneh-aneh.

Ancaman ke empat ini adalah bahaya serius yang sering kita sebut “predator online.” Bukan cuma ngerugiin materi, namun masa depan anak bisa terancam parah!

5. Penyebaran Hoaks dan Misinformasi

Anak Gen Z dan Gen Alpha adalah generasi yang sangat cepat mengakses informasi. Tapi, kecepatan itu seringkali datang tanpa verifikasi. 

Mereka rentan percaya pada berita “delulu” (delusional/tidak realistis) atau hoaks yang bertebaran di media sosial. Mengapa demikian?

Yap, literasi masih jadi masalah di masyarakat kita. Hal ini bisa memengaruhi cara berpikir mereka dan membuat mereka memiliki pandangan yang salah tentang dunia nyata.

6 Cara Pencegahan Bahaya Internet Bagi Anak

Terapkan Batasan Jelas & Alihkan Fokus:

Buat jadwal main gadget yang tegas. Setelah itu, alihkan ke kegiatan offline yang “literally fun” (benar-benar menyenangkan) dan bikin anak bilang “Gaskeun!” (ayok gasss).

Awasi Penggunaan Gadget

Aktifkan fitur Parental Control untuk menyaring konten. Sesekali, temani mereka scrolling dan minta mereka “Spill the tea” (ceritakan) tentang apa yang ditonton.

Tanamkan Digital Etiquette

Ajarkan anak untuk selalu bersikap “green flag” kepada orang lain namun tetap waspada, dan jangan pernah terlibat dalam sindir menyindir di dunia maya.

Jalin Komunikasi Terbuka 

Pastikan anak merasa aman untuk bicara jujur jika ada hal buruk terjadi di internet. Jadilah tempat mereka bercerita tanpa takut dimarahi.

Jaga Kerahasiaan Data Pribadi

Ajari mereka untuk low profile dan gak perlu flexing kehidupan pribadi, serta jangan pernah membalas DM dari akun yang “sus” atau mencurigakan.

Bekali Diri dengan Literasi Digital

Ajari mereka untuk selalu skeptis dan cek dan ricek informasi agar tidak mudah kemakan hoax. Ingat, orang tua kudu jadi teladan yang harus memberikan contoh penggunaan internet yang bijak.

Demikian bahaya internet bagi anak dan cara mencegahnya. Internet itu kayak uang yang punya dua sisi. Atau pedang yang bisa dimanfaatkan, tapi kalo gak hati-hati kita yang celaka.

Tugas kita adalah membekali anak-anak dengan literasi digital yang kuat. Dengan komunikasi terbuka dan pengawasan, kita bisa memastikan mereka mengambil manfaat terbaik dari teknologi.

Yuk, jadi orang tua yang SimmerSigma dalam mendampingi generasi emas kita! (IF)

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment